Pemkab Rohul Hadiri dan Sukseskan Acara Tradisi Mandai Ulu Taon

TAKARAN.id, ROHUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) hadir dan ikut mensukseskan kegiatan Mandai Ulu Taon di Bagas Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (22/05/2024)

Hadir dalam kegiatan Bupati Rohul yang diwakili Asisten II Drs. H. Ibnu Ulya, M.Si, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan H. Helfiskar, S.H, M.H, Perwakilan Ikanas Riau, TNI dan Polri, Para tokoh adat serta Ratusan Warga yang memadati tempat acara berlangsung.

Tradisi Mandai Ulu Taon merupakan kegiatan makan bersama yang dilakukan oleh masyarakat suku Mandailing Rohul. Acara ini dilaksanakan setiap tahun dan merupakan warisan turun temurun yang di lakukan pada hari Rabu.

Bupati Rohul yang diwakili Asisten II Drs. H. Ibnu Ulya, M.Si menyampaikan tujuan acara ini untuk mengingatkan sekaligus melestarikan perjuangan Raja perempuan yang di kenal dengan Boru Namora Suri Andung Jati (Raja wanita asal Tapanuli Selatan).

“Tentu ini perlu kita lestarikan agar nilai-nilai sejarah, nilai adat dan nilai budaya yang dibawa oleh beliau diperjuangkan masa itu dapat kita lanjutkan secara terus-terusan turun temurun,” tutur Suharman
Asisten II juga berharap dengan adanya acara Mandai Ulu Taon mampu mempersatukan berbagai lapisan masyarakat Desa Rambah melalui khasanah budaya yang terpelihara dari dahulu kala.

“Juga tentu ini merupakan ajang silaturahmi antara tokoh-tokoh adat, raja-raja adat, serta masyarakat. Dengan ada momentum seperti ini kita bisa berdiskusi bagaimana untuk memfungsikan dan memberdayakan nilai-nilai adat ini di Kabupaten Rokan Hulu.” pungkasnya mengakhiri.

Ketua Pelaksana Kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenang perjuangan Boru Namora Suri Andung Jati (Raja wanita asal Tapanuli Selatan) dan masuknya Kerajaan Suri Andung Jati di Kecamatan Rambah, Rokan Hulu ratusan tahun silam.

“Tradisi Mandai Ulu Taon ini telah turun temurun dilaksanakan setiap tahun, bahwa didalamnya terkandung nilai adat dan budaya. Bahwa kita memang beragam suku,tapi tetap menjunjung semangat persatuan dan kegotongroyongan,”Kemudian juga menjelaskan Mandai Ulu Taon digelar atas peran serta seluruh masyarakat Napitu Huta. Kegiatan ini juga sebagai bentuk syukur masyarakat kepada Sang Pencipta setiap tahunnya tentu sejarah dan kegiatan makan bersama ini harus dilestarikan di masa mendatang agar tidak hilang dikikis oleh zaman.

Ardi ramadhan